PERAYAAN ISRA' MI'RAJ MADRASAH ALIYAH (45) GIANYAR TAHUN 1446 H

Gambar
  Madrasah Aliyah (45) Gianyar -  Peringatan Isra’ Mi’raj merupakan salah satu agenda Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) tahunan yang rutin diselanggarakan Bidang Keagamaan OSIM (Organisasi Siswa Intra Madrasah). Madrasah Aliyah (45)  Gianyar   telah  melaksanakan peringatan Isra Miraj 1446 H di aula/mushola pada  hari   Selasa, 4 Februari  2025.   Kegiatan  tersebut  dihadiri oleh  para  pengurus yayasan YAPPENATIM , Kasi Bimas Islam Kabupaten Gianyar, kepala  Madrasah Ibtidaiyah 45 Gianyar   Suparman Spdi. ,  Madrasah Tsanawiyah 45  Gianyar  Zainul Ma’arif S.E ,  dan  Madrasah Aliyah 45 Gianyar  Dra Hj. Andriyani MA ,  serta para  guru  dan  siswa-siswi  Madrasah   Aliyah  45 Gianyar. Acara  dimulai  dengan Sholawat Banjari,  dilanjutkan   dengan pembacaan  Ayat Suci Al-Qur ' an  yang dibawakan  oleh...

Kisah Ku Kehidupan Ku

 

Kecerahan pagi mewarnai kehidupan ku suara burung mendayu seperti alunan musik, sepasang burung melayang meniti angin berputar-putar tinggi dilangit tanpa sekali pun mengepak sayap mereka mengapung berjam-jam, suaranya melengking nyaring seperti merindukan sesuatu.

Angin diseberang sungai bertiup dengan lembut menyapa pepohonan, daun yang penuh gaerah menyambut penuh dengan riang, suara gemerincing pohon bambu membuat lamunan ku semakin panjang.

Udara sejuk menyapa tubuhku, penuh dengan kesegaran yang menerpa tubuh. Pagi telah berlalu rutinitas kini menemani langkah untuk menjalani kewajiban sebagai suami. Aku adalah seorang pengajar disalah-satu madrasah yaitu madrasah Aliyah 45 Gianyar, dilembaga ini aku dibesarkan dan didik berbagai ilmu pengetahuan sebelum menjadi guru aku bersekolah di SDN 11 Gelumpang-Karangasem setelah tamat pendidikan SD karena keterbatasan biaya dan kondisi orang tua carut marut aku dibawa kepanti asuhan untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi yaitu SMP/MTs.

Kehidupan orang tua saat itu dibilang sangat memperihatinkan, pekerjaan serabutan terkadang bekerja menjadi buruh tani yang diberi upah padi, dan sebagai buruh bangunan. Yang paling berperan dalam kehidupan ku adalah Ibu dia telah berusah bagaimana caranya untuk memenuhi pendidikan dan kehidupan anak-anaknya dimasa yang akan datang.

Gubuk kecil yang telah menemani hidup, dalam gubuk itu hanya mempunyai satu bilik tempat tidur dan didalam gubuk itu dihuni oleh lima orang. Kegembiraan, bercanda gurau selalu mengiringi jalan kehidupanku. Ibu disetiap paginya selalu menyediakan makan nasi dan sayur saja, terkadang aku diajarkan memasak nasi atau membuat sayur. Makanan yang paling nikmat dan bergizi yang dinikmati setahun sekali adalah ikan pindang yang hanya digoreng.

Setiap berangkat sekolah aku hanya terkadang dikasih bekal terkadang tidak, kalau dikasih bekal ia jumlahnya hanya Rp.25 berangkat hanya berjalan kaki menyelusuri jalan setapak dibalik semak-semak terkadang terhalang adanya anjing yang begitu galak didalam perjalanan menuju sekolah.

Walau kehidupan serba kekurangan tetapi didalam rumah ku ada surga mengiringi, keceriaan, kegembiraan, ketawa dan senyuman seorang ibu membuat ketenangan isi gubuk. Matahari telah menghilangkan cahanya dan telah dinanti oleh kalong dan kelelawar mereka telah keluar dari sarang, dilubang-lubang kayu, ketiak daun kelapa atau kuncup daun pisang yang masih menggulung.

Pelita-pelita kecil telah dinyalakan, suara azan dimasjid telah terdengar dan kelap-kelip dikejahuan membuktikan di desaku yang sunyi ada kehidupan, bulan yang bulat hampir mencapai puncak langit. Cahayanya membuat bayangan di atas gubuk memberikan sinarnya penuh kelembutan. Kehadirannya diangkasa tidak terhalang oleh awan, langit bening semakin malam semakin dingin.

Cahaya bulan yang penuh dengan keramahan bagi anak-anak, halaman yang sangat luas dan menyenangkan untuk bermain. Cahaya bulan menciptakan keakraban antara manusia dengan lingkup fitrahnya. Anak-anak yang masih kecil dan lugu layak hadir bermain dan bergembira sambil dibalut oleh cahaya bulan pesonamu menghilangkan kepenatan.

Dibalik cahaya bulan seorang ibu termenung menanti suaminya datang, terdiam dan membisu, sesungguhnya gendang telinganya menangkap suara canda yang lucu menawan dari anaknya. Ibu tidak kuasa menelan ludah sementara itu anaknya tertidur manja diatas tikar, ingin memandangnya tetapi penglihatanya telah buram. Ibu melihat anak yang lucu tampak ketakutan apakah saya bisa mengemban amanah ini seorang diri, gumamnya. Malam membisu mendengar  keluh kesahnya.

Menjelang pajar tiba kudengar burung prit bercecet dibelakang rumah. Keletak-keletik bunyi tetes embun yang jatuh menimpa daun kering. Kudegar dengung kumbang tahi yang terbang menuju arah asal bau tinja yang berserakan di halaman gubuk dan keributan kecil dikandang ayam.

Perlahan-lahan aku bangun dari tidur, aku tidak mengiginkan terdengar derit bamboo yang mengusik gendang telinga. Didalam bilik aku lihat ibu tidur miring agak melingkar dengan cahaya pelita cekil aku melihat raut wajah yang penuh lelah dan begitu lelap dalam tidurnya.

Selesai mengunakan pakaian, ibu ku hari ini masih tidur lelap tetapi aku hanya melihatnya sejenak untuk menenagkan jiwaku. Langit ditimur mulai terang ketika aku melangkah keluar,-“bersambung”

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MONITORING DAN EVALUASI BOS 2024

Simulasi Kegiatan Asesmen Bakat Minat

Hari santri 2024 "Menyambung Juang Merengkuh Masa Depan"